Kebaikan Hangus?

Hampir setiap orang  setiap hari pasti berusaha untuk mengejar kebaikan, pengamalan  ilmu, amaliah dan kesolehan. Orang yang terbiasa memberi kebaikan pada sesama akan dinilai  masyarakat orang soleh berbudi luhur. Namun kenyataannya di jaman sekarang hal itu tidak di jamin sepenuhnya. Sebab ada sebagian orang yang terbiasa  melakukan kebaikan, amalan ilmu dan kesolehan itu  hanya sekedar jontrot, sikap perilaku yang dinilai jempolan ternyata   bertolak berlakang dengan agama . Jadi proses  dalam setahun  melakukan kebaikan, amaliah, mengajar, dan berceramah akhirnya harus berhadapan dengan hukum. Tipe orang begitu jelas akan jadi penghuni hotel prodeo. Jadi kebaikan dan pengalaman ilmu harus hangus seketika, yang  merasa  kasihan adalah pada pihak  keluarganya. Sehingga  berhati-hati lah jika ada orang  yang dinilai  penampilan baik baik, suka mengajar pada anak-anak, sehingga   berkenalan dengan seorang figur itu  jangan  terlalu  dibanggakan  berlebihan. Tapi  disikapinya wajar saja dan terus diperhatikannya.  Semoga.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Setiap langkah Hati2

Dalam setiap langkah keseharian mesti harus berhati-hati, dari mulai keluar rumah sampai ke kantor, ke kampus, ke sekolah, banyak tantangannya untuk menggelincirkan kehidupan kita, yang dipastikan  akan terhina. Namun ada kiat-kiat agar kita terhindar dari godaan yang diinginkan itu. Langkah pertama kita harus senantiasa berdzikir pada Allah SWT. Harus merasa takut diawasi oleh Allah SWT. Berprinsip hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Sikap cuek pada setiap penggoda iman. Sering mengunci percakapan pada orang yang kurang jalan pemikirannya. Banyak tertunduk dan mengalihkan pandangan mata ke tempat lain. Cuma itu, Caag.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Peran Sebaiknya Ganda?

Bagi orang yang sudah berkeluarga tentu peran ayah ( ortu) selain harus bertanggung jawab plus melindungi keluarga, ya mencari sumber kehidupan (bekerja). Namun sebaiknya peran kepala keluarga tidak hanya itu, namun alangkah baiknya harus berperan ganda membantu kesibukan istri yang senantiasa sibuk di dapur. Kalau yang sudah melakukan peran ganda itu penulis salut. Namun bagi yang belum perlu introfeksi diri.”Sejauhmana kecintaan kita terhadap istri, dan merasa ibakah ketika melihat istri bersibuk-sibuk urusan  rumah tangga sementara kita duduk sembari baca koran?. Namun kesemuanya itu tergantung pada kebiasaan pihak suami. Yang ndak bisa tak perlu memaksakan kehendak, tapi hati perasaan dalam keseharian harus terjaga dan terasah agar kehidupan   lebih  terarah harmonis plus seiring sejalan menuju rumah tangga yang sakinah-mawadah warohmah.(Ida.Rukmana)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Strategi mengarungi hidup

Sebagai manusia kita dilalui hari demi hari, minggu, bulan dan tahun. Agar tidak menjadi orang merugi tentu ada beberapa faktor yang perlu direnungkan diantaranya harus : Meningkat ibadah pada Allah SWT, berlaku jujur, jangan menyakiti hati orang lain, hindari dari pergunjingan, amaliyah, serta disiplin dari berbagai hal. Tapi perlu diingat juga hormati kedua orang tua sembari dalam setiap langkah mesti bersikap sopan-santun pada setiap orang.Caag.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Taun Benderang

Setiap orang jika memasuki tahun baru pasti memiliki berbagai program, namun perlu diingat  dalam milih program harus tepat, dan secara perlahan dipikirkan prosesnya, sehingga program kita dapat segera terlaksana. Jangan seperti teman saya terlalu banyak program kenyataannya satu pun tidak ada yang jalan, jelasnya cuma diatas kerja doang. Nah, sebaiknya program yang baik ya program untuk bisa menopang kehidupan, tapi itupun jangan sampai mengabaikan program peningkatan ibadah pada Allah SWT. Jelasnya tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan tahun benderang.  Oleh karena itu, yuuk memulai melakukan program yang nyata.Caag. Ida.RK.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Hidup penjual koran

Dari sekian banyak pedagang koran kebetulan ada  yang penulis kenal, memang  ia berjualan korannya belum lama. Bermula  diperkenalkan pada seorang agen di bursa koran Cikapundung. Nama lengkapnya Itang Kusnadi, penduduk Jalan Siliwangi Bandung. Yang sebelumnya Itang bekerja di suatu lembaga pendidikan, tapi karena sakit cukup lama ia  mengundurkan diri. Dan sekarang dari pada menganggur penulis anjurkan   jadi pedagang koran, setiap hari berkeliling menawar-nawarkan koran ke setiap pejalan kaki. Subu- subuh  sudah  Berangkat ke bursa Cikapundung, memberi beberapa eksemplar koran dan majalah. Itang yang sudah memiliki anak satu itu pendidikan terakhirnya SLA. Ia sudah lama ditinggal ayah tercintanya, jadi sekarang tinggal bersama ibunya yang  hidupnya mengandalkan warung kecil-kecilan, ia mengatakan, dalam sehari-harinya bisa makan hanya satu kali setiap pukul tiga sore. Itang yang punya saudara tiga orang itu, meski   keadaan orang tuanya susah, tetap dalam menghadapi kehidupan tetap bersemangat. Namun kalau terus berjualan koran yang mendapatkan sehari  dua ribu rupiah bagaimana masa depannya?. Yang menjadi pikirannya lagi anaknya sudah lama tinggal di neneknya di kampung.’Ya..sya cukup bingung kang dengan keadaan sya berjualan koran mana mungkin mencukupi kebutuhan keluarganya .” seraya menambahkan. Sangat berkeinginan bekerja yang layak,  ntah jadi pegawai lestoran, cleaning service, atau apa saja yang penting punya penghasilan. Sebagai tukang koran keliling  tentu lebih banyak sukanya ketimbang dukanya, seperti pernah keadaan hujan  berjalan membawa koran..tiba-tiba dari arah belakang mobil ngebut, air comberan pun menyebrot ke seluruh badannya termasuk koran pun kotor.”Ya..nasib sebagai tukang koran banyak resikonya..tapi Insya Allah akan saya lakukan sepanjang belum punya pekerjaan tetap.”tuturnya. Dalam mengakhiri percakapannya dengan penulis. Ia sangat mengharapkan ada  yang peduli, paling tidak bisa memberdayakan di bidang lain sesuai dengan kemampuan yang di miliki.”Sya cuma   ingin  bisa makan sehari-hari dan menyekolahkan anak, dan jika ada yang tergerak bisa nge SMS ke saudara HP.085624339645“, katanya.( Ida.RK). 12 Nov 2009 Pk.10.30 Wib.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Celah kehidupan di Kota

KEHIDUPAN DI KOTA ITU  cukup pelik dan perlu perjuangan keras, jadi kalau  selalu   bergengsi tak akan bisa makan, pokoknya hidup seperti bapa ini tak akan   berleha- leha karena setiap hari ditunggui periuk nasi. “Demikian diungkapkan seorang penjual abu gosok ketika di temui penulis  belum lama ini. Sebut saja Pa Sudinta (nama samaran) sudah hampir sepuluh tahun berjualan abu gosok, yang setiap harinya berkeliling ke berbagai perumahan. di Bandung. Lelaki paruh baya yang sudah memiliki cucu itu, mengakui hanya mengecap  pendidikan sekolah rakyat (SR), yang sebelumnya bekerja  sebagai kuli ngaduk dan penarik beca. Pahit getir pengalaman ketika jadi penarik beca, sering membawa penumpang berhujan-hujanan, berpanas-panasan, bahkan  sempat becanya tersenggol  mobil. Karena   jadi penarik beca terlalu kecapean, akhirnya ia banting setir jadi tukang abu gosok. Ia yakin meskipun jaman serba  canggih tetap  yakin  pada abu gosok  masih di butuhkan  setiap ibu rumah tangga. Sedangkan abu gosoknya di dapat dari pembikinan genting  atau bata merah.”Alhamdulillah dari berjualan abu gosok kehidupan setiap hari bisa terbantu,”ujar Sudinta, yang di mesjid tempat tinggalnya jadi muadzin. Bahkan dengan aktipnya di mesjid banyak sebagian orang pada menyebutnya pa Ustadz. Sebenarnya Sudinta-Sudinta lain di berbagai kota cukup banyak, mereka termasuk  golongan ploletar, mereka makan  sehari-harinya mengandalkan  hasil cucuran keringat.Mereka  Sama sekali tidak  membayangkan   masa depan pendidikan  anak-cucunya. Terbukti empat orang anaknya  hanya bisa menamatkan bangku SD.Tapi ketika ditanya apa akan selamanya berjualan abu gosok?. Ya, bagi sya jualan abu gosok  mungkin akan terus dilakukan, itupun kalau badan masih memungkinkan  kuat.” ucap mang Sudinta. Sosok Sudinta meski  sebagai penjual abu gosok tetap sesekali suka menyempatkan  menonton berita di berbagai televisi, ia duduk termenung di depan televisi ketika menyaksikan perpolitikan yang terjadi akhir-akhir ini, kalau terus ramai dan tak ada ujung penyelesaiannya gimana negara akan makmur. Sedangkan keinginan masyarakat kemakmuran negara sangat  di utamakan. Karena merasa pusing televisi pun segera di padamkan, ia akan segera menjual abu gosoknya, baru juga melangkah dari rumah  melihat  seekor tikus besar di depa kamar mandi, seekor tikus besar pun segera dihantap oleh sabatang kayu dan kena sasaran. “Hhh..mampus binatang jahat ini, tikus  sebesar anak kelenci yang sering menggerogoti  daun pintu, uang, makanan pun  bisa tertangkap. Melihat sudah teratangkap  basah  dalam  hati Sudinta sedikit  tak ada kata penyesalan,  memang tikus itu harus ditangkap sebab sangat merusak pertanian.  Sudinta pun  yakin kalau sudah  tertangkap tak mungkin akan datang lagi. Tapi  ternyata  selang beberapa minggu  rekannya pada datang lagi. Saya pun   siap untuk menangkapnya lagi, berbagai cara akan dilakukan dan  jika  nanti tertangkap  lagi  akan diberi  pelajaran harus berenang di ember yang sudah  berisi    air. Kemudian Tikus itu terbayangkan   meronta-ronta ingin keluar, ingin ada kebebesan lagi,  ingin menghirup udara segar dari dedaunan..Ah..tikus- tikus kau  cukup  jahat karung abu   pun  sampai di gerogoti sesungguh tikus itu  cari apa? sepanjang ingatan manusia pasti  tidak  akan  melupakan  pada kelakuan mu.(Ida.Rukmana)

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Mengenang Hari Pahlawan

pasukan-bambu-runcingTidak terasa hari ini adalah hari Pahlawan, tentu saja seluruh bangsa Indonesia harus mengenangnya. Para pahlawan ketika itu dengan gigihnya mempertahankan negara Republik Indonesia, dengan  rela berkorban nyawa yang bergelimpangan. Itulah pahlawan sejati, yang setiap tanggal 10 Nopember di peringati dan di jadikan hari Pahlawan. Para pelajar pasti sudah mengenal dalam poto  sosok Bapak Jendral Sudirman, Bung Tomo dari Surabaya, Pattimura dan Cut Nyadim. Bahkan di Bandung tidak bisa dipisahkan dengan Mochamad Toha Pahlawan dari Bandung Selatan dengan  peristiwa Bandung lautan Api. Tapi, para pelajar pun sebaiknya jangan melupakan pada pahlawan tanpa jasa yaitu para guru, pahlawan sampah, pahlawan kebudayaan, pahlawan lingkungan hidup dan lain sebagainya. Namun belakangan ini masih ada orang yang tiba-tiba ingin jadi pahlawan, ya pahlawan kesiangan, ingin jadi orang yang paling terdepan, ingin menonjolkan dari kepakarannya, ingin jadi pengatur lalulintas yang selalu benar, dan ingin memamerkan kekayaan lebih pada publik. Jadi hemat penulis mengenang hari pahlawan,para pahlawan ketika mengusir penjajahan.  sebaiknya  di jadikan  introfeksi diri pada kita dalam kesemangatannya  contoh. Bersemangat dalam bekerja, semangat dalam beribadah, semangat berbisnis islami, ikut bersemangat memberantas yang  bertolak belakang dengan agama. Akhirnya, sya berdo’a pada para Pahlawan yang telah gugur di medan perjuangan  semoga  Arwahnya   diterima Allah SWT  serta  keluarga yang ditinggalkannya diberi  ketabahan . Amin ya robbul Alamin. Caag.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Pengendara Motor Vs Kantor

maludong-39Bagi pegawai kantoran yang bertempat tinggal jauh harus memikirkan kondisi tubuh, terlebih  pegawai tersebut dari rumah ke tempat kerja memakai kendaraan roda dua. diperjalanan angin dan polusi selalu menerpa anggota badan kita, dan itu hampir setiap hari. Tapi kondisi  begitu  sudah jadi resiko seorang pegawai, meski sudah pakai helm tertutup dan berjaket kulit tetap angin akan  tembus juga pada badan. Nah, agar tidak cepat masuk angin dan terhindar dari  penyakit rematik. Seorang pegawai  begitu tiba ke kantor jangan langsung kerja, tapi lakukan dengan pemanasan, atau motor tak di parkir di depan kantor, agak jauh sedikit, kita ke kantornya berjalan kaki agar ada pemanasan. Kalau  kita berpikir dan bisa dibayangkan.”Dari badan yang kedinginan kemudian kita tiba-tiba  masuk ke ruang kerja yang ber-AC, yang dingin jadi tambah dingin. Yang gawat lagi kalau langsung bekerja pas mendengar lagu lawas  dari benyamin (Alm) “Dingin. dingin .dimandiiin yang pasti masuk angin…”Ya, jelasnya badan  setiap hari perlu pemanasan agar tidak terhinggap penyakit bronchitis. Ya, kuncinya dalam segala hal harus berdisiplin, disiplin untuk  diri, menerapkan disiplin terhadap keluarga.Memang, kenyataannya dalam penerapannya sangat sulit, seorang anak akan patuh terhadap orang tuanya, jika  ortunya  bersikap disiplin. Kedisiplinan untuk diri sendiri  harus dijadikan  makanan sehari- hari. Kepatuhan dan kedisiplinan jika   dilakukan dengan  rutin jelas akan membuahkan hasil keberkahan. Ya   terkadang untuk memulainya  sangat sulit. Tapi sebenarnya tergantung  pada  niat dulu, dan situ  bersegeralah. Karena kalau tidak sekarang kapan lagi? . Sebab  hidup di dunia hanya  sekedar transit, yang tentu saja kepatuhan untuk beribadah, kepatuhan dalam mengendarai motor pun harus dibiasakan. Pengendara motor Vs kantor tidak bisa dipisahkan dari waktu yang memburu, ketepatan  dalam masuk kantor merupakan tuntutan suatu lembaga. Caag.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Sajak Uang

Sejak kecil aku sudah mengenal  uang-uangan dari  dedaunan  dijadikan mainan. Memang, cukup  mengasyikan. Setelah remaja aku lebih mengenal uang beneran yang bisa dipakai belanja   kebutuhan. Setelah dewasa aku sangat mengenal kelipatan uang untuk menguasainya jadi orang kaya . Dan setelah tua aku berpikir  ingin  membagikan uang bagi  si kecil, jadi salah kaprah kalau membagikan uang  pada orang yang berkecukupan. Dan sekarang aku berpikir kapan saja  uang masih menguasai setiap sektor kehidupan.”Ah..uang…uang..meski punya  trilyunan, milyaran, jutaan. Termasuk rugi sekali  kalau tidak di sertai   amaliyah pada se sama manusia. Caag.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan Komentar