Sebagian orang terkadang suka menyepelekan gigi, padahal gigi itu salah satu organ yang sangat penting. Untuk mengunyah makanan, membuat tampilan menawan, karena kalau gigi ompong dipastikan orang akan kurang percaya diri. Oleh karena itu, gigi perlu diurus dan setiap pagi-sore harus menggosok gigi, menggosoknya tidak perlu berlebihan. Yang terpenting sisa-sisa makanan dalam celah gigi dalam setiap hari harus bersih. Tidak lain agar tidak terjangkit penyakit gigi, dan biasanya kalau sudah sakit gigi sakitnya minta ampun, kalau ada yang bicara kepinginnya marah melulu, jelasnya sakit gigi bisa mengurangi aktipitas keseharian. Setiap orang tentu berkeinginan gigi sehat dan tampak beres, namun kenyataannya tidaklah demikian, permasalahannya sakit gigi itu terletak pada makanan, tapi orang yang kebetulan giginya ompong malah jadi terkenal dan sukses dalam hidupnya contoh si Ohang dan ki Daus pelawak Bandung makalangan dan dikontrak beberapa televisi swasta, berarti dia rezekinya lewat gigi ompong. Gigi pun diabadikan pada sebauah nama group band dan prestasinya pun kian meroket.Nah, untuk menghindari dari penyakit gigi kurangilah makanan yang manis-manis, dan jangan menyantap makanan yang masih panas, perawatan secara teratur menggosok gigi. Konon bagi yang giginya sudah ompong sekarang ini harus ditanggulangi pihak dokter gigi mengapa? Karena para tukang gigi atau ahli gigi tidak bisa oprasi lagi mengingat bahan bakunya cukup mahal, sehingga diantara mereka banyak yang pindah profesi. Sedangkan banyak profesi yang sudah dilakukannya ada yang sudah belasan tahun, mereka rela mengehentikan aktifitasnya pembuat gigi palsu, ia memulai lagi hidup baru, semangat baru menekuni profesi diluar tukang gigi. Kini, bagi masyarakat yang giginya ompong klau pasang gigi katanya satu gigi palsu harus mengeluarkan uang diatas dua ratus ribuan..wow..cukup mahal juga dan harga itu seperti beli persiapan emas saja, sudah terbayangkan dengan harga pasang gigi palsu mahal bisa jadi masyarakat banyak yang giginya dibiarkan ompong,.Makanya bagi yang giginya masih sempurna rawatlah dengan baik, jangan sampa gigi dibiarkan keropok ompong sehingga disebut kakek- kakek. Batuk terkekeh-kekeh serta berjalan tertatih-tatih. Jadi gigi itu sangat penting, meski golongan ploletar, pejabat, gigi tak perlu meremehkan gigi, dan tak boleh unjug gigi pada potensi yang di miliki, tapi semestinya dalam keseharian pada setiap orang harus selalu bertawadhu dan bermurah senyum (familiar). Akhirnya gigi adalah gigi yang perlu selektip dalam menyantap berbagai makanan plus dirawatnya yang kelak hasilnya jika dipandang gigi akan terpancar indah, seindah gigi ketika masih kecil dalam dekapan sang ibu tercinta. Caag.