Sedikit pengalaman yang dialami oleh seorang ibu tetangga dekat, yang ketika itu tengah hamil tua, sebagai suaminya jauh sebelumnya dalam peralatan untuk melahirkan sudah siap, namun yang menjadi kebingungannya dalam menjelang kelahiran anak pertamanya belum punya nama yang cocok. Tapi berbagai masukan dari kakeknya, pamannya, bahkan dari beberapa ustaz dan rekan sekerjanya sudah banyak. Ia sangat menginginkan bahwa pemberian nama anak itu kelak membawa berkah dan menjadikan anak agar sholeh dan berguna bagi nusa bangsa dan agama. Sosok calon ayah yang satu itu kembali merenung dan berniat jika anaknya lahir akan diberikan sesuai bulan kelahirannya, tapi si ibunya punya keinginan bahwa anak pertamanya harus disesuaikan dengan sejarah yang dialami bangsa ini.”Jadi keinginan ibu nama anak keterkaitan sejarah bangsa ini gimana? tanya suaminya.”" Ya,yang harum-harum lah seperti bunga bangsa kalau cewek.” Tapi seandainya laki-laki? Nah, kalau laki ibu juga bingung lagian tak mungkin namanya carut-marut”. Si calon ayah itu tersenyum dan berkata.”Kalau gitu kalau laki gimana kalau Ujang Penghu? artinya apa Pak? Jang artinya sebutan Ujang (di tatar sunda) dan penghu artinya penegak hukum, yang siapa tahu bahwa anak kita kelak orang yang bisa menegakkan hukum, atau Pansus saja “ yang belakangan ini tengah trend ..tapi nama itu bukan singkatan panitia khusus, tapi nama anak kita kalau laki -laki diberi nama Panca Suslitio (Pansus) . Ah, jangan terlalu muluk-muluk dulu pak, sekarang ibu berpikir sudah saja tunda dulu penyiapan nama anak. Yang penting anak kita nanti selamat dan sehat. Toh pada saatnya Allah SWT akan memberikan nama terbaik..tapi memang nama Pansus cukup bagus tuuh Pak dan terkesan gagah.Insya Allah. Ah, cuma sebuah nama pada anak tidak menjamin sepenuhnya kelak anak akan mengikuti jejak ortu da sukses dalam hidupnya. Jadi pondasi agama, pendidikan dan lingkungan, harus ditanamkan sedini mungkin oleh kedua orang tuanya. Caag.