Untuk mengatasi problem keluarga dan menjembatani yang kesulitan jodoh belakangan ini sudah terbentuk Biro konsultasi Keluarga/ Sahabat” Dwi Serasi” yang beralamat di Jalan kembar Barat No.5 Bandung. Nah, bagi yang membutuhkan layanan jasa konsultasi dan pasangan ideal (serasi) / anggota bisa menghubunginya pada HP.085 624 339 645. Atau yang berkonsul bisa datang ke alamat diatas. (Trims)
Gigi?
Sebagian orang terkadang suka menyepelekan gigi, padahal gigi itu salah satu organ yang sangat penting. Untuk mengunyah makanan, membuat tampilan menawan, karena kalau gigi ompong dipastikan orang akan kurang percaya diri. Oleh karena itu, gigi perlu diurus dan setiap pagi-sore harus menggosok gigi, menggosoknya tidak perlu berlebihan. Yang terpenting sisa-sisa makanan dalam celah gigi dalam setiap hari harus bersih. Tidak lain agar tidak terjangkit penyakit gigi, dan biasanya kalau sudah sakit gigi sakitnya minta ampun, kalau ada yang bicara kepinginnya marah melulu, jelasnya sakit gigi bisa mengurangi aktipitas keseharian. Setiap orang tentu berkeinginan gigi sehat dan tampak beres, namun kenyataannya tidaklah demikian, permasalahannya sakit gigi itu terletak pada makanan, tapi orang yang kebetulan giginya ompong malah jadi terkenal dan sukses dalam hidupnya contoh si Ohang dan ki Daus pelawak Bandung makalangan dan dikontrak beberapa televisi swasta, berarti dia rezekinya lewat gigi ompong. Gigi pun diabadikan pada sebauah nama group band dan prestasinya pun kian meroket.Nah, untuk menghindari dari penyakit gigi kurangilah makanan yang manis-manis, dan jangan menyantap makanan yang masih panas, perawatan secara teratur menggosok gigi. Konon bagi yang giginya sudah ompong sekarang ini harus ditanggulangi pihak dokter gigi mengapa? Karena para tukang gigi atau ahli gigi tidak bisa oprasi lagi mengingat bahan bakunya cukup mahal, sehingga diantara mereka banyak yang pindah profesi. Sedangkan banyak profesi yang sudah dilakukannya ada yang sudah belasan tahun, mereka rela mengehentikan aktifitasnya pembuat gigi palsu, ia memulai lagi hidup baru, semangat baru menekuni profesi diluar tukang gigi. Kini, bagi masyarakat yang giginya ompong klau pasang gigi katanya satu gigi palsu harus mengeluarkan uang diatas dua ratus ribuan..wow..cukup mahal juga dan harga itu seperti beli persiapan emas saja, sudah terbayangkan dengan harga pasang gigi palsu mahal bisa jadi masyarakat banyak yang giginya dibiarkan ompong,.Makanya bagi yang giginya masih sempurna rawatlah dengan baik, jangan sampa gigi dibiarkan keropok ompong sehingga disebut kakek- kakek. Batuk terkekeh-kekeh serta berjalan tertatih-tatih. Jadi gigi itu sangat penting, meski golongan ploletar, pejabat, gigi tak perlu meremehkan gigi, dan tak boleh unjug gigi pada potensi yang di miliki, tapi semestinya dalam keseharian pada setiap orang harus selalu bertawadhu dan bermurah senyum (familiar). Akhirnya gigi adalah gigi yang perlu selektip dalam menyantap berbagai makanan plus dirawatnya yang kelak hasilnya jika dipandang gigi akan terpancar indah, seindah gigi ketika masih kecil dalam dekapan sang ibu tercinta. Caag.
Yuk..belajar nulis?
Ada sebagian teman mengatakan keinginannya bisa menulis di media massa, tapi kendalanya tidak pernah berlatih menulis, jarang baca, dan ogah bertanya pada para penulis senior. Berarti teman saya itu termasuk katagori hanya sekedar pemimpi saja jadi penulis, tidak mau melakukan sebuah proses berlatih- berlatih dan berlatih. Dan perlu diingat bahwa pekerjaan penulis bisa membantu dalam kehidupan, yang penting dalam diri punya niat yang gigih. Sya kebetulan hobby menulis, dan Alhamdulillah beberapa tulisan berupa berita, cerpen, artikel, sajak, dan profil sudah tersebar di berbagai media cetak. Namun belum seperti pengarang kawakan . Nah, dalam kesempatan ini saya mengajak kepada para calon penulis..Yuk belajar nulis? jangan takut pada biaya, karena program saya gratis, jarak jauh dilayani, jarak dekat mangga silahkan. Bagi yang kepingin bergabung bisa kontak lewat blog saya. Insya Allah jika tekun bisa meraih sukses dalam profesi kepenulisan. Kapan lagi kalau tidak sekarang, mumpung gratis and tak pakai biaya. Okeeeey…Cagg.
Berziarah ke waliyuloh Banten
Selama dua hari dua malam berkesempatan berziarah ke waliyuloh di wilayah Banten, mesjid Hasanudin, sech Maulana Yusup, dan gunung Santri yang terletak di kawasan serang Banten. Tapi rombongan pertama kali mengunjungi dalem cikundul ( Aria wiratanudatar) di Cianjur. Ketika itu para penziarah cukup banyak, dalam setiap singgah di makam waliyuloh mereka pada berdo’a dan melakukan tahlilan, mereka pun banyak juga yang membawa air di sekitar tempat itu, ya air keberkahan yang konon khasiatnya sangat banyak. Cukup melelahkan juga perjalanan itu, namun banyak kesan dalam hidup dan merasa kagum pada setiap wali dalam penyebaran agama Islam saat itu sangat gigih, sehingga saya dibekali semangat belajar memperdalam agama Islam , khusu dalam beribadah, dan selalu mengajak kebaikan pada setiap orang. Insya Alloh.Caag.
Bingung nama anak?
Sedikit pengalaman yang dialami oleh seorang ibu tetangga dekat, yang ketika itu tengah hamil tua, sebagai suaminya jauh sebelumnya dalam peralatan untuk melahirkan sudah siap, namun yang menjadi kebingungannya dalam menjelang kelahiran anak pertamanya belum punya nama yang cocok. Tapi berbagai masukan dari kakeknya, pamannya, bahkan dari beberapa ustaz dan rekan sekerjanya sudah banyak. Ia sangat menginginkan bahwa pemberian nama anak itu kelak membawa berkah dan menjadikan anak agar sholeh dan berguna bagi nusa bangsa dan agama. Sosok calon ayah yang satu itu kembali merenung dan berniat jika anaknya lahir akan diberikan sesuai bulan kelahirannya, tapi si ibunya punya keinginan bahwa anak pertamanya harus disesuaikan dengan sejarah yang dialami bangsa ini.”Jadi keinginan ibu nama anak keterkaitan sejarah bangsa ini gimana? tanya suaminya.”" Ya,yang harum-harum lah seperti bunga bangsa kalau cewek.” Tapi seandainya laki-laki? Nah, kalau laki ibu juga bingung lagian tak mungkin namanya carut-marut”. Si calon ayah itu tersenyum dan berkata.”Kalau gitu kalau laki gimana kalau Ujang Penghu? artinya apa Pak? Jang artinya sebutan Ujang (di tatar sunda) dan penghu artinya penegak hukum, yang siapa tahu bahwa anak kita kelak orang yang bisa menegakkan hukum, atau Pansus saja “ yang belakangan ini tengah trend ..tapi nama itu bukan singkatan panitia khusus, tapi nama anak kita kalau laki -laki diberi nama Panca Suslitio (Pansus) . Ah, jangan terlalu muluk-muluk dulu pak, sekarang ibu berpikir sudah saja tunda dulu penyiapan nama anak. Yang penting anak kita nanti selamat dan sehat. Toh pada saatnya Allah SWT akan memberikan nama terbaik..tapi memang nama Pansus cukup bagus tuuh Pak dan terkesan gagah.Insya Allah. Ah, cuma sebuah nama pada anak tidak menjamin sepenuhnya kelak anak akan mengikuti jejak ortu da sukses dalam hidupnya. Jadi pondasi agama, pendidikan dan lingkungan, harus ditanamkan sedini mungkin oleh kedua orang tuanya. Caag.
Tua Yang Tahu Diri
Hampir sebagian orang pasti suka merayakan ulang tahun, dan biasanya ada yang di ramaikan dengan mengundang sejumlah kerabat plus meniup lilin, ya kebiasaan begitu sich boleh-boleh saja sepanjang mampuh. Tapi perlu disadari justru yang berulang tahun itu tak perlu di ramaikan seperti budaya barat, karena secara tak sadar bahwa kita (yang berulang tahun) justru mengurangi umur dan paling lebih mensyukuri (secara syukuran ) bersama keluarga. Sesungguhnya usia kita di dunia itu tak akan abadi seperti di akherat, dan alangkah baiknya ketika masih di dunia selain lebih di pokuskan pada ibadah, juga dimanpaatkan pada hal-hal positif, kejujuran, menata langkah perilaku dalam keseharian, belajar bicara yang bermakna, dan lain sbgnya. Namun kenyataannya yang muda dan tua banyak yang tidak disadari, yang berusia muda masih banyak ketika di dunia itu punya waktu dibuang sayang, yang berusia mendekati udzur makin tidak tahu diri, dan bersifat ke kanak-kanakan, sehingga yang semestinya getol dalam beribadah, jadi sebaliknya masih sesekali main kelereng dan main layangan bersama anak-anak, yang lebih parah seminggu sekali mengadu ayam dengan cara tumpangan. Nah, kalau yang tua begitu, bagaimana jadinya masa depan anak dan cucunya. Sebaiknya usia boleh tua tapi semangat masih menggelora untuk melakukan aktifitas yang bermanpaat untuk masyarakat.
Pengeras Suara( speker)?
Pengeras suara( speker) adalah alat untuk mengeraskan suara, pengeras suara banyak dipakai di majid- masjid, berbagai acara pentas di panggung, dan kebutuhan kegiatan lainnya yang bersifat memberi penerangan pada masyarakat. Jelas pengeras suara itu penting, kegiatan apapun yang keterkaitan dengan masyarakat membutuhkan pengeras suara. namun menggunakannya pengeras suara haruslah tepat, dan sebaiknya tidak perlu keras sekali sehingga mengganggu pada orang lain.Tak hanya dalam pemasangannya, orang akan bicara lewat pengeras suara tak perlu dijadikan permainan. Saya sering memperhatikan di daerah sendiri di Bandung selatan, masih ada sebagian orang pada speker itu selalu dijadikan permainan, mengetesnya sangat berlebihan, sehingga cukup mengganggu pada orang lain yang tengah tidur. Nah, kita sebagai warga masyarakat harus peduli terhadap pengeras suara (speker). Pengeras suara yang bagus apa yang kedengarnya akan jelas dan enak. Jadi pengerasuara itu sangatlah penting.
Pesta Buku Bandung
Selama seminggu 17 – 23 pebruari 2010 pameran buku Bandung yang berlangsung di Gedung landmark Braga, buku-buku berbagai penerbitan cukup semarak, setiap hari para pengunjung pun berjubel, terlebih di pameran itu diselingi acara talk show, bedah buku dan pentas hiburan. Pameran buku Bandung itu diprakarsai Ikapi Jabar, yang sudah hampir setiap tahun sudah menjadi agenda khusus tempatnya di gedung landmark. rata-rata setiap stand kepada masyarakat( pembeli) diberikan diskon antara 10% -30%, tentu saja banyak masyarakat pun pada membeli. Tidak hanya buku-buku agama yang laku, tapi novel pop dan buku-buku sunda pada diserbu.”Ya. ajang pesta buku merupakan panen bagi para penerbit dan penulis buku, ya wajar setahun sekali karena kalau sehari-hari buku-buku yang di pajang di toko buku kurang begitu laku.”ujar seorang penulis buku. Namun pesta buku yang setiap tahun berlangsung di landmark itu terasa monoton, karena tempatnya cukup sempit dan halaman parkir sangat terbatas. Sehingga ada sebagian pengunjung menyarankan gimana ditahun mendatang lokasi pesta buku di coba di tempat lain. Karena para pengunjung pada saatnya berkeliling stand jangan sampai saling terjadi pergesekan plus membacanya pun lebih rilek. Hal itu sebaiknya merupakan pemikiran bagi pihak panitia, dan sya secara pribadi berpendapat pameran buku/ pesta buku tahun ini terbilang sukses, yang diharapkan kedepan lebih sukses lagi. Semoga.( Ida. RK)
Banjir
Kalau setiap musim hujan tiba di berbagai kota terutama yang rumahnya berdekatan dengan kali pasti mengalami kebanjiran,sehingga berbagai media cetak dan elektronika pun memberitakannya, bagi yang terkena korban banjir pada mengungsi ke lokasi yang aman, tidak tinggal diam pihak pemerintah dan sebagian para dermawan pada menyumbang. Memang, persoalan banjir cukup menyedihkan, rumah dan harta belanda yang sudah dimilikinya cukup lama terendam banjir. Namun yang menjadi pertanyaan mengapa mereka itu tetap kerasan di tempat rawan banjir tidak segera pindah rumah, tapi bisa jadi mereka lokasi yang di huni punya hoki dan sejarah tertentu, atau bingung cari dana untuk membangun di tempat lain.Ya banjir”banjir..persoalan kita bersama, cukup sulit ditanggulangi, di Bandung selatan yang rutin kebanjiran akibat dari sungai Citarum, pengerukan pun sudah di laksanakan, tapi tetap pada saatnya banjir datang tetap penghuni sekitar itu kebanjiran lagi. Biasanya ditengah kebanjiran yang menyedihkan tidak hanya mengganggu aktifitas si pemilik rumah tapi anak-anaknya yang masih sekolah peralatan sekolah pada basah sehingga memperhambat aktifitas sekolah.Yang biasanya di pagi hari anak-anak SD ceria -riang berjalan bersama temannya menuju ke sekolah situasi berubah mendadak sepi, dan nampak kondisi rumah sudah tergenang banjir, kisah sedih- pilu seorang balita ketika di gendong menanyakan kelinci dan boneka berby kesayangannya, seorang kakek di papah cucunya untuk diungsikan ke tempat yang aman sembari berbatuk-batuk, mungkin dalam benak si kakek seandainya punya rumah di sebuah kota jauh dari sungai mungkin tidak akan mengalami kebanjiran. Menyadari pada nasib anaknya sebagai pegawai pabrik terpaksa harus menghuni rumah dipinggir kali. Jadi mengejar kesuksesan hidup sangat penting, dan sebaiknya terhadap anak hars di semangati untuk lebih ulet trampil untuk dalam mengejar kehidupan, jadi pemukiman yang terkena musibah banjir masih keterkaitan dengan tarap kehidupan seseorang. Akh banjir- banjir sudah menjenuhkan dalam hidup, kehidupan dan ketentraman rumah tangga jadi terkoyak-koyak, pasrah, penat dan masa depan suram, musibah banjir kian menyentak tanpa pandang bulu, sepertinya alam sudah tidak ramah lagi, tinggal kesadaran sebagai manusia untuk lebih introfeksi dan mempokuskan ibadah pada maha pencipta. Akh banjir- banjir ternyata dimana-mana, cukup beruntung yang tidak mengalami kebanjiran seperti rumah yang ada daerah perbukitan, mereka bisa menontonnya pada orang yang kena musibah banjir. Tapi sebaiknya tidak cukup untuk menyaksikan dan bilang waduuuh kasihan”. Namun yang sangat diperlukan mereka sebuah kesadaran kemanusiaan untuk membantunya. Semoga.
Bingung Dan Menu?
Hampir setiap hari seusai sholat subuh sya berkebiasaan berbelanja ke pasar, bergalau dengan masyarakat pedagang. Namun pada hari itu, cukup bingung juga untuk menentukan menu untuk makan. Hari ini masak tahu- tempe sudah terlalu bosan, ikan asin takut tensi naik lagi, beli ayam kiloan takut tidak halal karena sering diisukan cara penyembelihannya asal-asalan, beli daging sapi katanya suka ada dicampur daging binatang lain. Akh..ternyata tak heran orang yang sering berbelanja ke pasar banyak orang melamun. Ya, bisa dipastikan melamun itu mungkin uang yang dibawanya paspasan, tapi bisa juga bingung menentukan menu yang jika tidak hati-hati dampaknya terhadap kesehatan. Sedangkan sehat itu cukup mahal. Akhirnya setelah tercenung lama sya segera bisa menentukan pilihan menu yang cukup membosankan yaitu tempe, tahu dan telor. Karena ke tiga macam itu mengandung protein cukup tinggi. Ya, ketimbang beli daging, ikan, selain merasa takut, juga untuk ukuran seperti sya berbagai pertimbangan pada kocek yang di milikinya tidak seperti pejabat menu makanan apapun di makannya tidak berpikir datangnya penyakit berbahaya sehingga menyebabkan terhenti dalam aktifitasnya. Kurangi Akh..! Caag.